#CumaDiSmala .... Yakin Nih Cuma di Smala?

Fenomena #CumaDiSmala malam tanggal 6 Juli 2015 sangat heboh di media sosial. Banyak siswa SMAN 5 Surabaya (Smala) yang menggunakan hastag tersebut, bahkan alumni-pun juga ikut-ikutan. Ada yang menggunakan hastag tersebut karena lucu-lucuan, serius, sampai membanggakan, bahkan mendewa-dewakan almamater saya tersebut, ya Smala. Pada akhirnya, banyak dari Netizen (opo yo istilahe sekarang? hehehe), atau teman-teman di media sosial yang merasa terganggu dengan banyaknya Smalane (Sebutan bagi siswa, warga, dan alumni dari Smala) yang menggunakan hastag tersebut karena terlalu membangakan/mendewa-dewakan Smala. Saya tidak heran, saya bisa merasakan perasaan mereka, menyaksikan banyak Smalane yang menggunakan hastag tersebut dengan membanggakan/mendewa-dewakan Smala, karena mungkin mereka juga merasakan bangga dengan sekolahnya masing-masing dan merasa #NggakCumaDiSmala gitu looo..... 

Saya lihat sekarang banyak Smalane yang (istilah kasarnya) takabur, sombong, riya, narsis, merasa paling eksklusif, merasa paling baik. Merasa #CumaDiSmala mereka bisa mendapatkan hal-hal seperti itu. Misalnya "#CumaDiSmala yang Pengaderannya bikin kita mempunyai jiwa kepemimpinan dan cinta almamater, uuuuuuu", dalam hal pengaderan atau lebih familir dikenal dengan Masa Orientas Siswa (MOS). Smala memang punya Perisai, dan saya mengakui memang pressure yang saya dapatkan saat Perisai 2009 bisa bikin saya nggak tidur.... Dan walaupun nggak tidur, kesan pertama saya terhadap Smala sangat baik, dan akhirnya saya cinta dengan almamater saya. Tapi ingat #NggakCumaDiSmala Penganderannya yang baik... Banyak sekolah-sekolah di Surabaya, bahkan Indonesia yang mengaderannya mempunyai konsep dan eksekusi yang baik seperti Smala. Contohnya (yang saya tahu) Sekolah Taruna Nusantara (TarNus), mereka kalau ngader gak tanggung-tanggung loh..... nggak cuma Cinta Almamater aja, tapi juga Cinta ama Negara, Nusa dan Bangsa.. Nah Lo....

Yang kedua, "#CumaDiSmala bisa sholat berjamaah kakinya dempet banget satu sama lain huhuhu". Saya akui, memang suasana religius di Smala sangat kuat sekali. Walaupun sekolah Negeri, tapi disini saya banyak belajar tentang agama karena murid-murid di Smala mempunyai kesadaran atau melek dengan agama (kebanyakan). Saat di Smala juga saya memutuskan untuk menggunakan Hijab. Tapi ingat #NggakCumaDiSmala yang kalo solat dempet-dempet kaki-nya satu sama lain... Contohnya, di masjid Al-Hikmah deket rumah saya... Dempet banget tuh kakinya kalau solat, sampai-sampai disana disediakan karpet, supaya orang-orang tidak menggunakan sajadah masing-masing yang biasanya bikin shof longgar banget. Dan saya yakin masih banyak sekolah yang lebihhhhhh religius daripada Smala yang juga prestasinya baik-baik. Contohnya seperti MAN Insan Cendikia, SMAK Penabur, dan masih banyak lagi.

Yang ketiga, "#CumaDiSmala pas upacara gak usah nyanyii, karena paduan suaranya sering juara dimana-mana hiks hiks". Paduan Suara Gita Smala (PSGS) memang beken banget kalau di Smala. Mungkin juga di Surabaya. Mungkin juga di Indonesia. Ya mungkin juga Dunia. Saya tahu karena guru vokal, guru paduan suara saya saat saya masih SMP berkata begitu. PSGS juga sering keluar kota bahkan mancanegara. Ikut lomba di Institut Teknologi Bandung (ITB), bahkan saya denger mendapat medali saat mereka ke Praha. Berprestasi, dan salah satu kebanggan Smala. Tapi ya #NggakCumaDiSmala kalo upacara kita nggak usah nyanyi karena paduan suaranya sering juara. Banyak juga Paduan Suara sekolah lain yang prestasinya hebat (dan mungkin mereka sering nyanyi juga pas Upacara bendera). Yang saya tahu, SMAN 6 Surabaya, mereka juga punya paduan suara yang prestasinya melonjak. Bahkan salah satu teman berkomentar "G***S juga paduan suaranya juara di Jepang". Ternyata banyak hal yang kita nggak tahu, kalu di luar sana banyak yang berprestasi juga.

Yang keempat, "#CumaDiSmala Organisasinya kental huhuhu". "#CumaDiSmala Pensinya keren-keren hueeeee :(". Kehidupan di Smala memang sangat erat dengan ke-Organisasian. Sampai-sampai kalo nggak ikut organisasi rasanya kayak jadi outsider gimana gitu. Tapi bukan berarti sekolah lain nggak punya organisasi yang keren juga. Apalagi Pensi.... beehhh.... Saya yakin banyak juga sekolah yang pensinya keren-keren. Disamping acara Pensi di Smala yang sukses, ada juga kok yang pernah kurang sukses. Saya aja dulu pernah nangis karena salah satu kegiatan, dimana saya jadi panitianya, pulang-pulang saya nangis karena acaranya nggak sukses, alias gagal... #NggakCumaDiSmala...

Masih banyak fenomena-fenomena membanggakan diri ala anak Smala yang belum saya sebutkan. But, already get the point, right??? Saya nggak heran kalau ada orang yang membalas keramaian Smalane dengan "#CumaDiSmala yang muridnya kebanyakan omong", dan berbagai komentar buruk lainnya yang ditujukan kepada Smala. Hal itu membuat citra Smalane anak-anak yang sombong, riya, narsis, dsb. Dan.......... yang membuat saya lebih sedih lagi.... Banyak juga Smalane yang nggak terima karena disebut banyak omong, sombong, merasa eksklusif. Akhirnya... munculah perang di media sosial berlanjut. Smalane vs Non-Smalane. Secara bersamaan, Munculah Mekanisme Pembelaan Ego (MPE) ala-ala Smalane, yang lagi-lagi mengklaim kalau Smalane itu memang terbaik, makanya banyak orang lain yang iri. Asstagfirullah....... Seperti saya pernah mendengar suatu kalimat "Sombong itu bahaya, tapi yang lebih bahaya ya saat kita nggak tahu/sadar kalau kita sombong". 

Tulisan ini saya buat, murni karena niat saya, saya ingin Smalane (termasuk saya) untuk bercermin, menerima kritik dengan dada yang lapang, dan merefleksikan diri masing-masing. Jangan seolah-olah merasa yang paling baik, eksklusif, dan hebat. Masih banyak, jauh lebih banyak, yang lebih baik daripada kita dalam banyak hal. Bukanya saya tidak cinta pada almamater saya. Saya sangat cinta dan bangga pada almamater saya yang sudah mengajarkan saya banyak hal. Bersekolah di Smala merupakan titik balik kehidupan saya akhirnya saya bisa seperti ini sekarang. Dari yang suka bolos beli Sopongiro, sampai sekarang saya sangat idealis sekali dalam hal Studi. Dari yang setiap hari main basket sampai sekarang saya suka membaca, belajar (walau tuntutan juga sih hehe, saya yakin teman-teman juga begitu). Dari yang dulu nyontekan, sampai saya akhirnya tahu bahwa kejujuran itu jauh lebih penting. Saya juga bertemu teman-teman yang baik dan hebat, membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, sampai sekarang kekeluargaan kami juga tetap terjaga. Intinya saya banyak belajar juga di Smala.... Pasti teman-teman yang lain juga belajar sangat banyak di sekolah masing-masing. Bukan berarti saat kita awal masuk sekolah adalah orang yang pintar lalu saat lulus kita menjadi orang yang pintar. Tidak. Kita masih orang yang bodoh. Masih banyak yang jauh lebih pintar dari kita, masih banyak yang jauh lebih hebat dari kita... Kita harus tetap bangga pada Smala, pada sekolah kita masing-masing. Tapi kita juga harus hati-hati karena bangga dan sombong terkadang bedanya sangat tipis. Seperti yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib "Jangan menjelaskan dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu". Adabaiknya supaya kita tidak menyalahgunakan hastag tersebut sebagai sarana narsis, sombong, mengeksklusifkan diri. Yang lucu-lucu saja lah...... kayak "#CumaDiSmala aku bisa dapet pacar", "#CumaDiSmala cowoknya setia" wkwkwk Ya semoga yang terakhir #NggakCumaDiSmala lah ya cowoknya setia hehehe (salah fokus).

Kita hidup untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Tulisan ini juga sebagai cerminan saya untuk lebih baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong. hehehehe. Maafin saya kalau ada kata-kata atau secara tidak langsung menyebutkan beberapa pihak dan menyinggung perasaan (huhuhu ga tega sebenernya). Sebagai penutup, semoga kita semua selalu berbenah diri, bercermin, dan jangan lupa untuk terus berkarya :D


" Smalane suci dalam pikiran. 
Smalane benar jika berkata. 
Smalane tepat dalam tindakan. 
Smalane dapat dipercaya"

2012. Belajar Sebelum Menunggu Ujian Nasional

2009. Ulang tahun

2011. Waduh, gatau nih siapa ya gak kenal....

2011. Selesai ujian praktik senam 


#CumaSmala di Hatiku

Ulasan mengenai kompetisi Neurobytes 2015 International Annual Medical Quiz

Sayang sekali tim Airlangga pulang ke Indonesia dengan rasa kecewa.
Kami kalah karena kesalahan kunci jawaban dari pertanyaan
"Apakah vektor dari demam kuning?"
Saat itu, jawaban kami adalah "Mosquito" yang berarti Nyamuk. Jika diperdalam adalah nyamuk dengan genus Aedes. InsyaAllah berdasarakan referensi dari Internet, journal, serta apa yang diajarkan kepada kami saat perkuliahan, jawabannya adalah benar. 
Namun, panitia Neurobytes 2015 MMMC Malaka Malaysia saat itu meng-klaim bahwa jawabannya adalah "Monkey" yang berarti Monyet/Kera. Vektor demam kuning adalah Monyet (????). Berdasarkan referensi kedokteran yang ada, Monyet merupakan host selain manusia. Perbedaan antara host-vector disini menurut saya merupakan kesalahan yang fatal.

Karena tidak sesuai dengan referensi. Akhirnya diakhir babak semifinal, istirahat sebelum final dimulai, kami memutuskan untuk berbicara dengan panitia. Karena sebelum lomba d mulai, panitia sudah mengumumkan jika ada hal yang diragukan dari jawaban mereka, mereka akan menunjukkan referensi jawaban mereka. Karena tidak ingin gegabah, kami sudah menyiapkan referensi dengan browsing dan jurnal yang kami punya. Terhitung sudah 3x kami mencoba untuk berbicara dengan panitia, namun kami tidak mendapatkan feedback apapun. Keempat kalinya, kami memutuskan untuk berbicara langsung dengan Ketua Panitia, beliau adalah seorang Dokter spesialis. Harapan saya, karena babak Final belum dimulai. Kami mendapatkan kejelasan tentang jawaban dari pertanyaan yang merugikan kami tersebut dan mengkompensasi kerugian kami, karena seharusnya dengan pertanyaan itu benar Tim Airlangga yang lolos ke babak selanjutnya. Sayang sekali, feedback yang kami dapat tidak seperti yang kami harapkan. Beliau berkata bahwa, mengakui JAWABAN MEREKA SALAH, namun mereka TIDAK BISA MELAKUKAN APA-APA TAHUN INI. Dengan alasan, tidak bisa memasukan 1 tim lagi di babak final karena bel tidak cukup (Padahal kesalahan dapat d perbaiki dengan mengulang rounds sebelumnya, yaitu tim Airlangga melawan tim Universitas Muslim Indonesia A, dari sana dapat di ambil pemenangnya sebagai finalist. Karena kesalahan bukan berada di final, namun dibabak sebelumnya). Selain itu, Beliau juga menyampaikan sebagai gantinya panitia Neurobytes akan mengganti dengan MEMBAYAR UANG PENDAFTARAN dan AKOMODASI jika Airlangga mengikuti lagi tahun depan. 

Jujur, pribadi, saya sangat kecewa sekali. Kami sudah datang jauh-jauh dari Indonesia, mengorbankan waktu kami untuk belajar materi Neurobytes yang terdiri dari materi preklinik, klinik, bedah, bahkan sejarah, belum lagi kami harus menunda ujian kami karena dilaksanakan saat hari keberangkatan untuk mengikuti lomba Di Malaka Malaysia, namun kami tidak mendapatkan perlakuan yang adil (saat lomba) seperti tim-tim lainnya. Seharusnya semua tim diperlakukan secara adil dan profesional. Dan harus menjunjung tinggi kebenaran dari ilmu kedokteran tersebut. Saya rasa mahasiswa di MMMC Malaysia tahu mana yang benar dan salah, namun saat terjadi kesalahan kunci jawaban, tidak ada satupun panitia (yang kebayanyakan adalah mahasiswa) yang PEKA terhadap kesalahan itu. Dan meskipun keputusan terakhir berada di Guru-Guru di MMMC (yang notabenenya adalah DOKTER), kata salah satu panitia, seharusnya Guru-guru besar disana berlaku adil, profesional, dan memperjuangkan hak-hak semua peserta yang sudah semestinya. Karena semua peserta telah memenuhi syarat yang sudah semestinya di ajukan oleh panitia. Semua orang tahu bahwa DOKTER ADALAH ORANG YANG BERPENDIDIKAN. Kesalahan tersebut tidak bisa digantikan atau dibayar dengan ke-GRATIS-an yang di tawarkan tahun depan. KAMI BISA BERANGKAT SENDIRI TANPA BANTUAN DANA DARI MMMC, YANG PENTING KAMI DIPERLAKUKAN SECARA ADIL.

Walaupun berat hati, akhirnya kami harus memendam kekecewaan kami. Dan kami harus belajar untuk menerima keputusan tersebut. Mungkin, ini merupakan evaluasi dan cambuk bagi kami, untuk lebih selektif lagi mengikuti kompetisi. Dan semoga ulasan ini bisa menjadi referensi dan pertimbangan teman-teman untuk mengikuti kompetisi apapun selanjutnya.

Pelajaran yang bisa saya petik adalah: Jangan menunda untuk memperjuangkan dan melakukan apa yang kamu anggap benar. Karena dengan menunda sesuatu yang kamu anggap benar, itu merupakan suatu ketidak-benaran (kesalahan). 


Keep, Excellence with Morality!


Jawaban

Ada rasa yang tidak ter-eja
Yang belum aku pahami sepenuhnya
Benarkah yang aku rasakan seperti kenyataan?
Benarkah yang kau rasakan seperti yang ku tau?
Aku seperti berada di jalan
Yang aku tak tahu rambu dan ujungnya
Membiarkan perasaan ini tersesat 
Diantara kerumunan kekhawatiran
Semua ini hanya imajinasi perasaan
Yang tak tau malu
Mengapa kubiarkan terus berharap
Akhirnya mudah tersakiti, tak sengaja
Seharusnya aku tidak menyalahkanmu
Saat tidak sesuai dengan harapanku
Perasaan ini tersangkanya
Karena terlalu banyak berharap


Gambar di ambil dari: http://www.lovethispic.com/image/47895/winter-road

Rumah Yangti

Seminggu yang lalu....

Hari jumat yang panas itu, aku pergi ke rumah Yangti (eyang putri). Setelah pulang kuliah dan sebelum mengikuti diklat tepatnya. Awalnya sih kata Mama dan Ayah, Yangti lagi sakit, habis jatuh, jadinya pengen njengukin. Nggak seperti biasanya, sekeluarga kita sowan bareng. Tapi kali ini aku sendiri, karna Ayah, Mama, Aal lagi pergi ikut Ayah seminar di belahan dunia yang lain. Ayah sama Mama juga kemarin udah kesana, jenguk sebelum berangkat.

Yangti Kediri ini adalah Ibu dari Mamaku, karena keluarga Mama asli Kediri jadinya dipanggil Yangti Kediri, walau nama aslinya adalah eyang Chusnul Chotimah :) hehehe. Beliau tinggal di Rungkut sekarang (nggak di Kediri lagi), semenjak Yangkung meninggal. Biar nggak kesepian, karena Mama anak tunggal, dan deket kalo di Surabaya, biar sewaktu-waktu bisa jengukin. 5 tahun yang lalu, aku dan keluarga masih tinggal di rungkut. Rumah kami dan Yangti sebelahan, jadinya setiap hari ketemu. Kadang-kadang, kalo malem aku tidur sama Yangti... Kangen banget masakan, pijetan, dan ceritanya :'). Waktu pindah ke rumah yang baru, Yangti nggak pengen ikut pindah, jadi Yangti tetep di rungkut, untung ada sodara dan rewangtau yang nemenin :) Jadi, sekarang tiap minggu sekeluarga selalu sowan ke Yangti :D

Siang itu, Yangti seneng banget waktu aku sowan. Karena minggu kemarin aku nggak sempet main-main, karena ada acara di kampus. Seperti biasa, Yangti cerita dengan menggebu-nggebu dan penuh ekspresi tentang kejadian 'jatuh'nya itu :) Dan aku-pun cuma bisa tersenyum, dengerin, dan sesekali ngasih komentar tentang ceritanya itu.

"Dharin ini bisa hilang kan ya biru-birunya?"
"Bisa kok Yangti, ini kan habis jatuh nah itu yang biru-biru ada pendarahan semacam memar gitu, nanti lama-lama sembuh kok Yang.."
"Yaudah bagus kalo gitu, ini Yangti tadi mau mandi makanya dibungkus plastik biar ga kena air"
"Iya yang, biar cepet kering lukanya..."

Di kaki sebelah kiri Yangti memang agak bengak, dan lukanya masih basah. Di tumitnya juga ada warna kebiruan atau bahasa medisnya "hematoma", hayooo apa iniii? :p hehehe. Ya untungnya Yangti masih bisa beraktifitas, dan nggak terhalang sama sekali. Cuman pas mandi harus di bungkus plastik.

Daaaaan..... Tiba saatnya aku harus pamitan pulang, walau sebenernya pengen berlama-lama disana.....

And, Here's the touched part...... :')

"Yangti, mau pamit dulu, habis ini ada diklat. Nanti minggu depan aku kesini lagi sama Ve.."
"Iya Dharin, sek sek tunggu dulu tak sanguin sinii..."
"Waduh, nggak usah Yangti... Udah di sanguin Mama kok kemarin Yang.."
"Westo... Kan beda dari Yangti sama Mama..."
"........"
"Yangti kan sekarang punya-nya cuman tinggal Anak sama Cucu aja..... Jadinya Yangti ikut seneng ngasih cucunya sangu...Kan Ulang tahun too :)"
"iya Yangti makasih ya.. Waah, Yangti inget ulang tahunkuu :')"
"Ya inget to yoo... Masa nggak inget...Yawes, ati-ati lo ya pulangnya.."
"Iya Yangti, cepet sembuh ya Yangti....Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam..."

Setelah masuk mobil, nggak tau kenapa rasanya air mata ini keluar begitu aja... Sampe sekarang-pun waktu nulis blog ini.. Rasanya malu banget.. Sering banget aku lupa sama Yangti. Terkadang-pun aku tersinggung dengan omongannya, walaupun sebenernya aku yang harus tahu diri. Padahal Yangti nggak pernah lupa untuk doain Anak dan Cucunya... Setiap aku ujian, Yangti selalu nggak bisa tidur, karna deg-degan dan doa terus menerus, tiap aku pergi jauh Yangti selalu doain dan khawatir, bahkan nangis karena sedih aku pergi jauh...Yangti-pun masih inget kapan ulang tahunku... Walaupun selama ini Yangti nggak pernah ngucapin "Selama Ulang tahun", tapi aku tahu di tiap malemnya beliau nggak pernah lupa untuk mendoakan Anak dan Cucunya... Bagaimana denganku? Sangat jarang aku menyebut nama-nya di doaku....Bahkan untuk mengingatnya saja aku.....Hmmmmm :( 

Hari ini merupakan pelajaran yg berharga bagiku. Aku harap, suatu saat nanti aku bisa membalas budi baik dari Yangti, walaupun apa yang beliau beri tidak akan pernah tergantikan. 
But, i promise to always keep that smile on her face everyday........ :') I love you, Yangkung, Yangti...



                              

20 September 2013


Haii, welcome ! Mulai sekarang kamu jadi temenkuu :)

Things That I Can't Resist....

    

Hello again Sushi ....


A Very Happy Week


Minggu-minggu terakhir di bulan Agustus 2013 ini aku isi dengan mengikuti kegiatan Pengaderan Maba (alias ospek) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tertjintaaaa ini. And yes, it's PALMAR 2013 :D




Di Palmar 2013 ini, kebetulan aku bertugas sebagai Limbik :) yaa, mungkin disini yang merasa mahasiswa kedokteran udah pada tau Limbik itu apa. Limbik itu adalah bagian di dalam otak kita tempat pengaturan atau pusat emosi. Kalo menurut kamus pribadiku (hahahaha), yang mengatur kita mau seneng, sedih, marah, dan juga tindakan2 yang akan kita lakukan, intinya gitu laah hehehe pokokny sistem Limbik sangat berperan penting dalam koordinasi :D
Tugas Limbik di Palmar 2013 adalah sebagai pendamping kelompok, disini kita dituntut untuk jadi pribadi yang tegas, walaupun tidak dengan 'high pressure'...but not an angle too :). Kalo katanya kadiv Limbik sih, mas Yavi Rusli, "Dilarang terlalu ceria, marah, apalagi alay" hahahahaha =)). Disini kita sebagai pendamping kelompok tugasnya yaa dampingin Maba selama pengerjaan tugas, diskusi, agar dinamika kelompok mereka terarah gitu, tapi tetep.... Limbik tidak boleh memberikan solusi. Kayak kata kadiv Limbik (lagi),  "Kita hanya mengajari kalian melukis, sisanya tinggal kalian yang akan melukis diatas kanvas kalian". Keren banget laaaah :') pokoknya, Limbik??? Kritis! Proaktif!".

Di Limbik, aku berpartner sama mas Arie.....doankz hahahaha. Aslinya sih namanya Muhammad Fachri Fauzi, cuman nama kerenya (atau alay-nya) adalah Ariedoankz ^^. Kami dapet kelompok 26 yang nama kerenya (ini beneran keren) adalah Arteri Digitalis Propria :D yee yee yeeee :)

Oke, pertama-tama aku bakalan cerita ttg partner Limbikku yaitu mas Arie... Sueeeeerrrrrr, seumur-umur baru nemu yang modelnya kayak mas Arie hahaha. Apa ya....... Konyol banget lah orangnya. Bisa banget bikin ketawa seminggguan ini (makanya judulnya 'A Very Happy Week' soalny ketawa terus -,-). Sesungguhnya aku cukup bersyukur sih berpartner dengan mas Arie, karnaa... ya gitu orangnya apa adanya, jadinya walaupun jadi Limbik tetep bisa "be the best, be yourself" hehehehe :) Sepanjang seminggu perjalanan ini, ngoreksi tugas jadi ga berasa (bagiku), karna ya ketawa terus gara2 cerita ttg apapun itu, mulai dr kuliah, Smala (karna dulu juga se-SMA), sampe gosip-gosip juga kita omongin hahaha. Belum lagi di basecamp luar kampus. Yaaa... Walaupun sampe akhirnya kita berdua di tegur oleh salah satu rekan di pengaderan ini (wusss =))) kalo katanya mas Arie main game di ipad terus pas di basecamp wkwkwkwkwk. Haduh, ada-ada aja :)

Yang kedua, aku akan cerita tentang kelompok 26, yang kami dampingi. Sebelummya absen dulu yuk ....

Sang ketua : Winanda Denis Kurniawan

Sang waketu : Anastasha Puspagita Herasmoro

PJ : 
Amirta Puspa Santoso
Dinni Royana Al Asy'ari
Shinta Dewi Maharani
Bagus Satrio Nurwito

Anggota yang luar biasa : 
Hardi Kalpin Saputra
Fakhrur Rizal
Rendra Anugeran Kusuma
Anak Agung Mas Wira Ashari
Amelia Rahmah Kartika,
Noviyanti Hanifah
Riviana Musfiratul Khoiriyah
Riza Fauziyah Nur Aditya
Emildha Dwi Agustina
Rizky Yulia Yudawati
Rosyada Ainin Sintani

Yaaaaa itu tolong di hafal ya namanya, suatu saat mereka akan jadi tenaga medis yang ndewo-ndewo karna kakak Limbiknya juga :p hahahaha. 
Sesungguhnya, aku juga bersyukur banget lah bisa dapet kelompok dengan orang-orang seperti mereka :) Mereka adalah tipe orang-orang yang sangat menaati dan menghormati peraturan (kecuali Hardi hahahah bercanda ). Jadi walaupun nggak dengan 'pressing' mereka udah punya kesadaran sendiri untuk melakukannya....:D Walaupun tugas-tugasnya masih belum sempurna, tapi at least usaha mereka buat menghargai esensi tugasnya dengan mengerjakannya itu patut di acungi jempol :') hehehehe. Karna buat jadi sukses itu ga wajib, tapi usaha buat jadi sukses itu yang WAJIB (woiiii!). They have done a great job for me ..... :)
       
Yaaaaaaa, banyak banget hal yang nggak bisa semuanya di ceritain disini :) banyak juga hal-hal yang sangat berkesan cuman ga bisa aku ceritain disini (karna udah ngantuk) Hehehe. Tapi, menurutku ini adalah pengalaman yang sangat berkesan. Karna sampe sekarang masih belum bisa move on hehehe :") 




and, the last but not least.... 



"And when the daylight comes. I'll have to go. But tonight i'm gonna hold you so close. Cause in the daylight we'll be on our own. But tonight i need to hold you so close...." - Daylight by Maroon 5

:')